Sabtu, 26 Desember 2015

Sejarah Catur

Catur berasal dari India sekitar abad keenam dan konon ditemukan oleh seorang filsuf India yang menciptakan temuannya itu sebagai permainan yang melambangkan pertempuran antara dua bala tentara India. Dia sebut permainannya itu chaturanga, yang berarti permainan tentara.

Dari India catur menyebar ke seluruh Asia. Rujukan yang paling awal diketahui untuk permainan ini adalah sebuah karya di Persia Tengah, Karmanok, yang ditulis pada awal abad ketujuh. Sebuah naskah dalam bahasa Persia, diyakini ditulis antara 650-850, yang menjelaskan pengenalan catur ke Persia pada masa pemerintahan Khusru (531-578) dan memberinya aturan permainan dan nama-nama buahnya.

Catur mencapai Cina pada akhir abad kedelapan dan ke Korea dan Jepang pada abad kesebelas. Dari Persia catur menyebar ke Yunani. Surat-menyurat antara Kaisar Nicephorus dan Harun Al-Rasyid membuktikan bahwa catur sudah dikenal baik dalam masa Kekaisaran Yunani atau Timur pada 800. Setelah penaklukan Persia oleh Islam permainan ini selanjutnya dibawa ke barat, ke Spanyol dan kemudian ke Eropa.

Tidak ada bukti yang pasti kapan sebenarnya catur mencapai Eropa. Sejarawan menetapkan waktu antara 700 dan 900. Bukti pertama terkini (kontemporer) tentang pengetahuan catur di Eropa membawa kita ke tahun 1010, ketika seorang Pangeran dari Urgel menyerahkan buah catur dari batu-kristalnya kepada Biara St. Giles di Nimes. Para pelajar Eropa kemungkinan memperoleh pengetahuan caturnya dari pusat-pusat pembelajaran di Spanyol, dan seterusnya permainan itu menyebar di seluruh Eropa.

Terdapat rujukan-rujukan terhadap permainan catur Raja Canute, dan besar kemungkinan bahwa permainan ini dibawa ke Inggris bersama penyerangan bangsa Denmark pada 1013. Kemudian bangsa Normandia menamai salah satu departemen dalam Pemerintahannya, Scaccarium, yaitu papan catur. Ini adalah asal kata dari Departemen Keuangan (Exchequer).

Baik aturan permainan maupun nama dan bentuk dari buah-buah catur telah berubah selama bertahun-tahun. Semula aturan pada bangsa Eropa sama dengan aturan yang digunakan dalam permainan kaum Muslim. Namun, itu tidak lama berselang sebelum akhirnya bangsa Eropa mulai memperkenalkan pembaruannya. Pada 1290 perbedaan itu menjadi begitu besar sehingga pengacara Lombard merasa perlu untuk menyusun seperangkat aturan untuk mengatur permainan ketika pemain dari berbagai negara berbeda bertemu. Pada 1500 pembaruan-pembaruan mulai bermunculan, tetapi tidak sampai pada 1900 kemudian aturan seragam diterapkan di seluruh Eropa.

Pada saat itu permainan ini merupakan kegemaran kaum bangsawan, tetapi secara berangsur-angsur kemudian menyebar ke kalangan bawah. Pemainan in banyak dimainkan di ghetto (pemukiman kaum Yahudi di kota), dan pada abad keenam belas menjadi kegemaran yang diakui oleh bangsa Yahudi untuk dimainkan pada hari Sabat dan pesta rakyat (festival) lainnya. Pengetahuan catur menjadi bagian penting dari peralatan yang dibawa oleh pengembara pelantun syair (troubadour) dan penjelajahan (travelling).

Sepanjang sejarah permainan ini ditentang oleh pihak Gereja.

Kekuasaan catur berjalan dari Spanyol dan Italia pada abad keenam belas dan ketujuh belas, lalu ke Inggris dan Perancis pada abad kedelapan belas dan awal abad kesembilan belas, kemudian ke Jerman pada akhir abad kesembilan belas dan ke Uni Soviet (USSR) pada 1930-an.


Demikian semoga bermanfaat.

Adjie Gumarang Pujakelana 2015
-->

Kamis, 04 Juni 2015

Menyingkirkan Pembela!

Menyusul tulisan pertama, ini adalah tulisan tentang presentasi materi catur yang disusun oleh $\small\LaTeX$ dalam kelas dokumen Beamer. 
Gagasannya bermula dari keinginan saya untuk menguji tema "papan tulis" yang sudah gunakan dalam materi Matematika. Ternyata, saya anggap, cocok juga untuk presentasi materi catur. Hanya saja, disebabkan oleh warna dari latar (background) "bawaan" yang saya gunakan, diperlukan pengaturan baru untuk diagram papan caturnya. Meskipun demikian, masalah teknis penulisan tersebut tidak akan dibahas di sini.

Sumber materi berasal dari penelitian (riset) kepelatihan FIDE, yaitu sebuah tulisan dari Alonso Zapata, GM edisi Januari 2015. Ini hasil belajar, sangat mungkin Anda menemukan ketidaksamaan pendapat dalam penerjemahannya. Ada baiknya bila Anda mengunduh tulisan aslinya kemudian membandingkannya dengan tulisan dalam dokumen terlampir di bawah ini.

Akhirnya semoga tulisan ini bermanfaat.

Adjie Gumarang Pujakelana 2015


-->

Senin, 09 Februari 2015

Merah Putih di Moskow Terbuka 2015

Kali ini GMW Irine Kharisma Sukandar mengibarkan bendera Merah Putih di Moskow, dalam ajang Moskow Terbuka 2015 pada Turnamen G, Mahasiswa-Grandmaster Wanita, dengan memboyong Piala Universitas Sosial Negeri Rusia. Irine berhasil mengumpulkan 7,5 dari 9 poin tanpa kekalahan!
Berikut ini game-game dari GMW Irine Kharisma Sukandar dalam ajang tersebut yang saya susun dengan menggunakan $\small\LaTeX$ melalui Online LaTeX Editor ShareLaTeX. Tulisan dalam template Newsletter ini saya persembahkan khusus untuk grup catur saya di Facebook. 

Demikian semoga bermanfaat.

Adjie Gumarang Pujakelana 2014


-->

Sabtu, 20 Desember 2014

Sembilan Game Bersama Irene dari Sharjah



Belum lama berselang, perhelatan akbar di benua Asia telah menunjukkan "Siapa pemain catur terkuat di Asia?" Selain itu, turnamen ini mempertaruhkan kursi di Piala Dunia 2015, Baku, Azerbaijan sehingga menjadi ajang pertarungan dengan perjuangan yang sangat keras.

Kejuaraan Catur Benua Asia Ke-13 di kota Sharjah, Uni Emirat Arab, ini terbagi dalam dua kelompok, yaitu kelompok perseorangan terbuka dan kelompok wanita. Pertanyaan di atas akhirnya terjawab oleh dua anak muda yang sangat berbakat, yang kemudian dinobatkan sebagai Juara Asia, yaitu GM Yu Yangyi (China) dan GMW Irene Kharisma Sukandar (Indonesia).

Dokumen di bawah ini menyajikan 9 game dari 9 babak yang dimainkan oleh WGM Irene Kharisma Sukandar dalam turnamen tersebut. File ini berbentuk PDF, namun Anda dapat memainkan setiap game dalam dokumen ini secara langsung bila Anda membukanya dengan penampil Adobe Reader (bukan yang lain). Anda hanya perlu menekan tombol yang ditampilkan sesuai dengan yang Anda inginkan. Dokumen ini saya susun dalam $\small\LaTeX$ dengan TeX Live 2014 dan menggunakan paket-paket utama: xskak, chessboard, dan animate.



-->

Selain itu, agar Anda dapat mengenali dan memahami sosok GMW Irene Kharisma Sukandar "luar-dalam", saya tambahkan petikan wawancara dari Chloe Hall dalam JakartaGlobe berikut ini. Dokumen ini juga disusun dalam $\small\LaTeX$ melalui Online LaTeX Editor ShareLaTeX dengan menggunakan kelas dokumen Beamer dengan tema The Feather dari Lilyana Vankova.

Demikian semoga bermanfaat.

Adjie Gumarang Pujakelana 2014



-->
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...