Senin, 27 Mei 2013

File Pelatihan Taktis - Pemakuan (Pinning)

Terdapat 252 diagram dalam file ini sehingga cukup menyita waktu dan tenaga untuk memuatnya sebagai tulisan dalam blog. Agar materinya lebih mudah dipelajari di luar jaringan maka penulis menyajikannya dalam bentuk file. Dengan demikian langkah kunci untuk tiap diagram belum seluruhnya ditampilkan dalam blog ini. Penulis akan berusaha melanjutkan tulisan ini (bila diperlukan!) pada sat-saat senggang dan Anda dapat mencari sendiri langkah kunci untuk diagram-diagram lainnya.



-->

Pelatihan Taktis - Pemakuan (Pinning) #7









-->

Pelatihan Taktis - Pemakuan (Pinning) #6









-->

Pelatihan Taktis - Pemakuan (Pinning) #5









-->

Minggu, 26 Mei 2013

Pelatihan Taktis - Pemakuan (Pinning) #4









-->

Pelatihan Taktis - Pemakuan (Pinning) #3









-->

Pelatihan Taktis - Pemakuan (Pinning) #2








-->

Pelatihan Taktis - Pemakuan (Pinning) #1

Tulisan ini adalah cuplikan dari buku 2000 Tactical Chess Exercises (karya Vsevolod Kostrov dan Boris Beliavsky). Dalam tulisan ini disajikan tema Pemakuan (penulis lebih memilih kata ini untuk Pinning daripada Penjepitan atau Penyematan).

Alat taktis ini hadir dalam setiap pertandingan (game) catur. Pemakuan dapat terjadi sejak pembukaan hingga permainan akhir. Dalam permainan Anda pasti mengalami “siksaan” dari pemakuan. Anda dibuat kewalahan dan kesulitan untuk menghindari serangan terobosan (penetrating) yang dilakukan oleh Benteng atau Gajah.

Semoga, pada waktunya, Anda akrab dengan teknik pemakuan dan tidak lagi ditakutiSebaliknya, setelah menyelesaikan semua tes dalam tulisan ini, Anda dapat dengan mudah melakukan pemakuan terhadap lawan.

Selamat berlatih!








-->

Rabu, 22 Mei 2013

Pola-pola Mat #5

1.11         Mat Boden
Mat Boden, dua Gajah bersilangan. Tampak agak membingungkan: wxc3, bxc3, na3 #
Mat dengan diagonal berselang-seling warna dan Raja terhalang oleh perwiranya sendiri.

1.12         Mat Epaulette
Mat Epaulette (dalam tiga versi) terjadi ketika Raja berada di samping Menteri, sendirian pun cukup (kiri atas). Jika Raja sudah maju, Menteri memerlukan dukungannya. Bagian kanan atas dikenal juga sebagai mat Dovetail.

1.13       Kuda melawan bidak
Luca Pacioli, dalam bukunya MS De ludo scachorum (bahasa Latin yang berarti Permainan catur) tertanggal 1498 dan baru-baru ini dicetak ulang oleh Aboca Museum Edizioni menunjukkan mat yang langka, yaitu Raja + Kuda melawan Raja + bidak.
Solusi pada halaman berikutnya:
1.hf3 la1 2.hd4 la2 3.he2 la1 4.hc1 a2 5.hb3 #

1.14       Kebuntuan
Bagian kanan atas adalah posisi yang disebut lompatan Kuda.
Bagian kiri atas dan bawah adalah posisi terjadinya kebuntuan, di mana Raja tidak diskak tetapi tidak memiliki langkah yang sah.

1.15       Materi yang tidak memadai
Kondisi tanpa bidak. Kemenangan tidak mungkin tercapai dan game seri (remis).
Hal yang sama jika hanya satu Kuda yang tersisa.
Suatu strategi untuk pihak yang kalah satu perwira ringan adalah bertukar semua bidak yang tersisa (BUKAN perwiranya), untuk mencapai situasi materi yang tidak memadai untuk mat.
Dengan hanya satu Gajah tersisa, permainan juga berakhir remis.

Sumber:







TAMAT
Adjie Gumarang Pujakelana, 2013

Pola-pola Mat #4

1.6         Dua Benteng pada baris ketujuh
Mat dengan dua Benteng pada baris ketujuh. Dapat terjadi jika Raja hanya memiliki satu petak untuk meloloskan diri (seperti tampak pada setengah papan-bawah), tetapi tidak mungkin terjadi jika Raja memiliki dua petak untuk meloloskan diri (seperti tampak pada setengah papan-atas) meskipun dihargai dengan kehilangan 3 bidak.
1.txg2+ kh1 2.txh2+ kg1 3.tag2 #

1.7         Bidak di g3
Mat ketika bidak sudah maju ke g3, oleh Menteri dan bidak atau Gajah, meskipun dari jauh. Tidak pernahkah Anda terperosok dalam hal ini?

1.8         Gajah dan Kuda
Sulit untuk mat oleh Kuda dan Gajah, tidak mudah dilakukan dalam 50 langkah. Raja dan Gajah hanya menyisakan dua petak untuk langkah Raja lawan. Kuda menggiringnya ke sudut, lalu Gajah mengakhirinya dengan mat. Searah jarum jam: hc6+, la8, bb7 #.
Ingat Raja lawan harus digiring ke sudut yang berwarna sama dengan warna Gajah.

1.9         Mat tercekik
Mat tercekik (juga dikenal sebagai Philidor’s Legacy) dengan Kuda: pengorbanan Menteri dilanjutkan dengan mat yang tak lumrah oleh perwira tunggal (Kuda).

1.10      Mat Anastasia
Mat Anastasia: he7+, lh8, rxh7+, lxh7, rh5 #
Nama ini berasal dari Novel Jerman: Anastasia und das Scachspiel karya J. Heinse

Sumber:







Bersambung ....
Adjie Gumarang Pujakelana, 2013

Pola-pola Mat #3

1.4          Mat Arab
Mat Arab, oleh Benteng dan Kuda dengan Raja di sudut: bukan txc2 melainkan txh2 #

1.5         Mat baris belakang oleh Menteri sendirian
Mat baris belakang oleh Menteri sendirian dari berbagai arah, dengan we1 #.
Dari e8 atau h4 benar-benar mudah dikenali sedangkan dari a5 dan papan masih penuh dengan buah, tidak begitu mudah terlihat. Kejadiannya berlangsung dengan sedikit bidak, pada tempat yang tepat. Sangat halus. Petak serangan Menteri berjarak dua petak dari Raja, yang memiliki hambatan di atasnya (dan di sampingnya), biasanya bidak meskipun bisa juga Benteng atau apa pun yang menyumbatnya dalam melarikan diri.
Misalnya, Raja di h1 dan bidak di h2 maka petak mat untuk Menteri di f1.
Contoh lain: qf8 #
Mengetahui posisi akhir mat saja tidak cukup sebagai alasan tetapi pola-polanya harus segera dikenali. Tidak hanya pada papan kosong tetapi juga ketika dikelilingi oleh buah-buah lain dalam permainan (seperti tampak pada diagram di atas, permainan sesungguhnya) di mana banyak buah bertebaran mengalihkan perhatian terhadap mat dalam satu langkah. Dan Heisman mengajarkan: lebih dulu perhatikan semua skak, tangkapan, dan ancaman lawan.

Sumber:







Bersambung ....
Adjie Gumarang Pujakelana, 2013

Pola-pola Mat #2

1.2           Mat opera
Posisi mat lain dengan Benteng dan Gajah. Mat Pillsbury di sebelah kanan. Mat opera di sebelah kiri (Morphy 1858), tidak harus berada di sudut, keempat buah dapat berpindah ke kanan, contoh itu sekaligus menunjukkan mat baris belakang.
Mat opera berasal dari game terkenal yang dimainkan pada tahun 1858 di sebuah gedung Opera di Paris antara master catur Amerika Paul Morphy dan dua amatir yang kuat, Yang Mulia Jerman Duke Karl dari Brunswick dan bangsawan Perancis Count Isouard.
Game tersebut sering digunakan oleh para pelatih untuk menunjukkan pentingnya segera melakukan pengembangan.
Pembukaan yang digunakan adalah ECO C41 Pertahanan Philidor.
Suatu mat biasa yang dilakukan oleh Benteng dengan dukungan Gajah, pada baris belakang. Bidak atau buah lawan membatasi Rajanya untuk melarikan diri. Morphy mengakhirinya dengan pengorbanan Menteri yang indah.
Game tersebut dapat dilihat disini.

1.3         Benteng dan Gajah
Bagaimana suatu posisi mat dapat dicapai, dalam posisi sedemikian rapat sebagai akibat dari rokade ke sayap Raja, tanpa bidak yang maju dan Gajah yang jauh?
1.rxg7+ h8 2.rxf7+ g8 3.rg7+ h8 4.g3 #
Tanpa langkah sela (intermediate move) menangkap bidak f7 tetapi hanya menarik kembali Benteng dengan 2.rg3+ maka akan dijawab dengan 2.... f6, di mana bidak Hitam itu dilindungi oleh Benteng di f8, dan berakhirlah cerita.


Sumber:







Bersambung ....
Adjie Gumarang Pujakelana, 2013

Pola-pola Mat #1 Mat Baris Belakang

Adalah pengalaman umum bahwa pemain yang kuat (karena pengalaman yang diperoleh) melihat papan catur seakan dibagi dalam kelompok (potongan) dasar, dengan susunan dan ciri yang telah diketahui dan berulang. Suatu bantuan besar agar dapat bermain lebih baik adalah peningkatan pemahaman terhadap pola-pola yang telah dikenali dan serupa.
Cukup banyak tulisan tentang pola mat, termasuk tentang urutan mat dalam satu, dua, atau tiga langkah, dsb, itu adalah pelatihan yang baik. Dalam tulisan ini hanya ditampilkan beberapa posisi dasar.

1.1           Mat baris belakang
Mat baris belakang, dengan Benteng didukung oleh Kuda. Ancaman: tf1 #.
Putih berpikir Rajanya aman dengan dipagari oleh bidaknya, tetapi sayangnya dia tidak punya ruang gerak lagi, upaya pelarian dirinya dicegat oleh Benteng lawan.
Posisi yang serupa, dengan petak mat di bawah ancaman Gajah.
Posisi yang serupa, dengan petak untuk meloloskan diri dikendalikan oleh Gajah. 

Sumber:






Bersambung ....
Adjie Gumarang Pujakelana, 2013

Sabtu, 18 Mei 2013

Pos Terdepan, Rumah Singgah

Suatu petak disebut pos terdepan (outpost) bila memenuhi 4 syarat berikut:
o   Petak itu dekat dengan wilayah lawan.
o   Petak itu aman dari serangan bidak.
o   Petak itu dilindungi (memiliki pendukung). Pendukung itu haruslah bidak.
o   Petak itu ditujukan untuk penguasaan yang efektif, terutama oleh Kuda.
d5 adalah pos terdepan (outpost)

Mengapa pos terdepan itu penting? 
Jika Anda dapat membangun tempat yang aman di wilayah lawan ("rumah singgah”, a home away from home), Anda dapat menggunakan petak itu untuk melancarkan serangan.

Sumber:
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...