Minggu, 09 Juni 2013

Permainan Akhir Gajah Melawan Bidak #5

Gajah Melawan Tiga atau Lebih Bidak

1.        Bidak Terjalin (Connected Pawns)
Jika bidak-bidak itu terjalin maka pihak yang bertahan harus bertujuan kepada salah satu posisi dasar seri (draw) berikut ini: diagram 23, 24, dan 28.
Diagram 23
Para perwira Putih dikerahkan seaktif mungkin. Rajanya menyerang satu kelemahan Hitam, bidak d5, sehingga Raja Hitam terikat dengan mempertahankannya dan tidak aktif. Tanpa bergantung pada letak bidak-bidak itu, hasil penilaian terhadap posisi tetap konstan.
Averbakh, 1954
Diagram 24
Setelah 1 .... Ke5 2.Kc3 Kf5 3.Kd4 posisi pada diagram 23 tercapai.

Jika posisi 24 akan diturunkan satu baris maka hasil penilaian terhadap posisi akan bergantung pada siapa yang giliran melangkah.
Averbakh, 1954
Diagram 25
Putih bermain seri dengan 1.Ke2 (atau 1.Kc2) 1....Ke4 2.Bg2+ Kf4 3.Bf1 Kg3 4.Kd3 Kf3 5.Be2+ Kg2 6.Kxd4 dll.
Hitam bermain menang dengan 1....Ke4 2.Kc2 (2.Bg2+ Kd3 3.Bf1+ Kc3 4.Ke2 Kc2 5.Bg2 d3+ 6.Kxe3 d2) 2....d3+! 3.Bxd3+ (3.Kd1 Kd4) 3....Kf3 4.Kd1 Kg2.

Dengan bidak depan berada pada baris ketujuh, hanya dalam posisi sudut yang akan menghasilkan seri.
Diagram 26
Setelah 1....Kg4 2.Ke2 f3 + 3.Bxf3 + Kh3 4.Kf1 Hitam tidak memiliki kemungkinan untuk melakukan tekanan dengan Rajanya, seri.

Diagram 27
Jika 1....Kb4 maka berlanjut 2.Bd2+ Kc4 (atau 2.Ka3 3.Bc1+) 3.Kb2 Kc3 4.Bh6 ke2 5.Bg5 Kd1 6.Bf4 dengan hasil imbang.
Seperti ditunjukkan oleh A. Streltsov (1962), Putih juga dapat seri dengan bermain menuju kebuntuan (stalemate): 1....Kb4 2.Ba3+ Kc3 3.Bb2+ Kd2 4.Bc1+ Kd1 5.Ba3 c1=Q+ 6.Bxc1 Kxc1 kebuntuan.

Averbakh, 1954
Diagram 28
Hitam berusaha untuk menerobos ke g2.
1....Kd5 2.Ke3 Ke5 3.Be1 Kf5 4.Bd2 Kg4 5.Be1 Kh3 6.Kf2! (jika 6.Bd2? maka 6 .... Kg2 7.Be1 f2 8.Bxf2 d2 dan menang), tidak ada yang lebih baik bagi Hitam selain menyusuri kembali langkah-langkahnya.

Jika posisi tersebut diturunkan satu baris, penilaian akan berubah.
Diagram 29
Putih tidak dapat menyatukan kembali kekuatannya dan Hitam menang oleh terobosan Rajanya ke g1.
1....Kd4 2.Ke2 Ke4 3.Bh3 Kf4 4.Bg2 Kg3 5.Bf1 Kh2 6.Kd1 Kg1 dll.

Chéron, 1926
Diagram 30
Tampaknya Hitam tidak dapat menerobos ke h1, tapi ternyata tidak demikian.
Setelah 1....Ke4 2.Bh2 Kf5 3.Kf2 Kg4 4.Bg1 Kh3 5.Ke1 Kg3 Putih berada dalam posisi zugzwang dan terpaksa membiarkan Raja Hitam itu sampai ke h1.

Diagram 31
Hanya dalam posisi sudut, tidak ada kemungkinan alternatif untuk menghindari hambatan dan karena itu Hitam tidak dapat menang. Sangat menarik bahwa jika Raja dan Gajah berubah tempat, penilaian terhadap posisi tidak berubah.
Setelah 1....Kd2 2.Kg2 Ke1 3.Kh1 Kxf1 Putih menemui jalan buntu.

Pengetahuan tentang posisi dasar seri memungkinkan contoh-contoh berikut ini lebih mudah dipahami. Lebih dulu kita akan membahas posisi dengan bidak Hitam terjalin pada baris ketiga mereka.

Averbakh, 1954
Diagram 32
1.Be2 f5 (1....Kf5 2.Bd3+) 2.Bf3 Kf6 (jika 2....h5 3.Bd1 Kf6 maka 4.Be2 Ke5 5.Bf3 Kd4 6.Kf4 h4 7.Bg2 Kd3 8.Kg5 Ke3 9.Kxg6 atau lebih sederhana 4.Kh4 Ke5 5.Kg5 f4 6.Kxg6 dll) 3.Kf4 g5+ 4.Kg3 Ke5 5.Bh5 Ke4 6.Bf3+ Ke3 7.Bh5 f4+ 8.Kg2 dan kita dapatkan salah satu posisi dasar seri.
Putih bertahan terutama dengan menerapkan taktik menunggu.

Apa yang terjadi jika posisi tersebut diturunkan satu baris?
Averbakh, 1954
Diagram 33
Misalkan Putih melanjutkan permainan seperti pada contoh sebelumnya.
1.Be1 f4 2.Bf2 h4
(jika 2....Kf5 maka bukan 3.Kf3! h4, karena Hitam akan menang, tetapi 3.Bb6! Ke4 4.Bd8 g4 5.Bh4 atau 5.Kf2 g3+ 6.Kg2 Ke3 7.Bg5 dengan hasil imbang) 3.Be1? Kf5
Salah jika bermain 3....f3+ 4.Kg1!! (satu-satunya langkah! - jika 4.Kf2 h3 5.Kg1 Kf4 6.Bd2+ Kf5 maka Putih tidak dapat mengatur posisi seri: 7.Ba5 Ke4 8.Bc7 Ke3 9.Kf1 f2 10.Bb6+ Kf3 11.Bxf2 h2) 4....Kf5 (4....Kf4 5.Bd2+ Kf5 6.Ba5) 5.Ba5 g4 6.Bd8 h3 (6....g3 7.Bxh4 Kf4 8.Kf1! Kg4 9.Bxg3) 7.Bc7 Ke4 8.Kf2 dan Putih telah mencapai posisi dasar seri.
4.Bf2 (upaya untuk bermain aktif tidak berhasil: 4.Kh3 Ke4 5.Kg4 Ke3 6.Ba5 f3 dll) 4....Ke4 5.Be1 Ke3 6.Bf2+ ke2 7.Bc5 f3+ 8.Kg1 h3 dan Hitam menang.
Jadi setelah menempatkan bidak pada petak yang sewarna dengan petak Gajah, manuver alternatif untuk menghindari hambatan menjadi suatu ancaman. Tetapi mungkin Putih dapat menyerang bidak dan tidak membiarkan alternatif untuk menghindari hambatan. Mari kita coba melakukan hal ini pada langkah ke-4.
4.Ba5 g4 (dalam hal 4....Ke4 maka berlanjut 5.Bd8) 5.Bd8 h3+ 6.Kh2 (6.Kf2 g3+ 7.Kf3 h2 8.Kg2 Kg4 9.Bb6 f3+ 10.Kh1 Kh3 atau 9. Bc7 f3+ 10.Kh1 f2) 6....Ke4 7.Bb6 Kf3 8.Bc7 Ke3 9.Bb6+ Ke2 10.Bc5 f3 11.Kg1 f2+ 12.Bxf2+ h2 dan Hitam menang.
Tetapi Putih akan seri jika dia memulai permainan secara aktif satu langkah lebih awal.
Dalam hal 2....h4 Putih akan seri dengan segera mengalihkan Gajah untuk menyerang bidak-g dan bidak-h:
3.Bb6! Kf5
(3....f3+ 4.Kf2 Kh3 5.Kxf3 g4+ 6.Kf2 Kh2 7.Bc7+ g3+ 8.Kf3 Kh3 9.Bb6 g2 10.Bg1)
4.Bd8! dan Hitam tidak dapat melakukan apa-apa.

Penyerangan bidak oleh Gajah dari arah belakang tersebut adalah sumber pertahanan yang penting. Bahkan dalam posisi bidak pada baris kelima mereka, dapat menyebabkan hasil imbang.
Diagram 34
Posisi tersebut tampaknya menyulitkan Putih, misalnya: 1.Bb5 f3 2.Bd7 Kf4 3.Be6 g3 4.Bd7 Ke3 5.Be6 Ke2 6.Bg4 g2! 7.Bh5 h3 8.Bg4 h2+ 9.Kxh2 Kf2 dan Hitam menang.
Tetapi pada tahun 1962 A. Streltsov menunjukkan bahwa langkah ke-6 Putih adalah sebuah kesalahan dan bahwa dengan 6.Bh3! dia dapat mencapai posisi seperti diagram 27, dengan demikian seri. Misalnya: 6....Ke1 7.Bf1! f2+ 8.Kh1!
Juga memungkinkan suatu sistem pertahanan yang agak berbeda dengan Raja Hitam yang sama sekali tidak dapat mencapai e1: 4.Kf1! Ke3 5.Bh3!
Langkah ini sangat penting karena Hitam mengancam kemenangan dengan 5....g2+ 6.Kg1 Ke2 7.Bg4 h3! tetapi dia tidak mampu memperbaiki posisinya, sebab 5....f2 mengarah ke posisi dasar seri.
Mungkinkah Hitam dapat bermain lebih kuat?
Mari kita periksa: 1....h3 2.Bd7 f3 3.Be6! Kf4 (3....h2+ 4.Kh1 f2 5.Bc4) 4.Bd7 Ke3 5.Bxg4 f2+ 6.Kf1 h2 7.Bf3! lagi-lagi berakhir imbang.

Averbakh, 1970
Diagram 35
Berger, dan berikutnya Chéron, berpikir posisi ini harus dimenangi oleh Hitam, tetapi ternyata tidak demikian. Putih berhasil menjaga keseimbangan sebagai berikut:
1....Kg5 (tidak berhasil oleh 1....Ke5 2.Bc8) 2.Bc6 Kh4!
Bidak sudah siap untuk maju dan Putih tidak dapat mencegah hal ini. Namun pertempuran belum berakhir, karena Putih menemukan keselamatan di dalam posisi dasar seri.
3.Kg2 (Raja lawan harus dicegah untuk bertindak lebih jauh) 3....e3.
Jawaban terkuat. Putih tidak begitu kesulitan jika 3....g3 karena dia memiliki dua cara untuk seri:
a)      4.Bd5 Kg4 (4....e3 5.Bf3 f4 6.Be2 Kg5 7.Kf3 dengan perlindungan untuk seri) 5.Bc6 Kf4 6.Bb7 Ke3 7.Kxg3 f4+ 8.Kg2 f3+ 9.Kf1 dengan hasil imbang.
b)      4Bd7 f4 5.Bc6 f3+ 6.Kg1 f2+ (6....g2 7.Kh2!) 7.Kf1 e3 8.Bg2 Kg4 9.Ke2 dengan hasil imbang.
4.Bb5! (4....f4 terancam, sehingga Gajah beralih ke posisi yang dapat mencegah bidak-f maju lebih lanjut) 4....Kg5.
Tidak menghasilkan apa pun dengan 4....f4 5.Be2! Kg5 6.Bd1 Kf5 7.Be2 g3 8.Kf3 Ke5 9.Bf1 Kd4 10.Ke2 dengan dengan perlindungan untuk seri.
5.Bd3 Kf4 6.Be2.
Yang paling sederhana, meskipun 6.Bb5 Ke4 7.Bd7! juga memungkinkan, dengan Hitam tidak lagi dapat menembus pertahanan Putih.
6....Ke5 7.Kg3 Ke4 8.Bf1 f4+ 9.Kxg4 f3 10.Kg3 e2 11.Bxe2 fxe2 12.Kf2 Kd3 13.Ke1 Ke3 kebuntuan.

Diagram 36
Jika dalam posisi ini Putih giliran melangkah maka Hitam akan kalah dengan cepat setelah 1.Bh2 Kf1 2.Kf4 Kg2 atau 1.Bd4 f4+ 2.Kh2 f3 3.Kg1 f2+ 4.Bxf2 h2+, tetapi Hitam yang giliran melangkah dan untuk menang dia harus memberikan suatu langkah untuk Putih. (*)
1....Kd2! 2.Bh2 (2.Kf2 Kd3! 3.Bh2 Ke4 4.Kg3 Ke3 5.Bg1+ Ke2 dan tidak lebih baik juga 4.Bg3 f4 5.Bh2 Kf5 6.Bg1 g3+ 7.Kf3 h2) 2....Ke1! 3.Bg1 Ke2.
1....Ke1? akan menjadi suatu kesalahan, karena setelah 2.Be3! Kf1 (setelah 2....Ke2 3.Bf4! Putih mengatur posisi seri) 3.Bf4 Kg1 4.Be3+ Kh1 5.Bf4 h2 6.Be3 Hitam tidak bisa menang.

(*) Posisi pada diagram36 tetapi dengan penambahan bidak Putih dan Hitam masing-masing di a3 dan a4, terjadi dalam permainan Sozin-Botvinnik (1929). Gagasan kemenangan ditunjukkan oleh Botvinnik.

Weenink, 1918
Diagram 37
Posisi ini merupakan pengecualian dari aturan. Satu-satunya penyebab adalah keberadaan Raja Hitam di tempat yang buruk, sehingga Putih bisa seri.
1.Bg3 d3 2.Bxf2 3.Be1 d2! c1=R (3....c1=Q kebuntuan) 4.Ke2 Ra1 5.Bc3 Ra3 6.Bd4 dll.

Jika kedua Raja jauh dari bidak maka Gajah tidak dapat menghentikan bidak yang sudah melewati baris ke-4.
Averbakh, 1954
Diagram 38
Setelah 1.c5 tidak ada untungnya bermain 1....Bd7 karena Putih bukan memainkan 2.a5? Bb5 melainkan 2.b5 Kf4 3.c6 be8 4.a5 Ke5 5.a6 Kd6 6.a7 dll.
Peluang seri terletak pada gerak cepat Raja.
1....Kf4! 2.a5 (2.b5 Ke5 3.b6 Bd5 4.a5 Bb7 5.c6 Bxc6 6.a6 Kd6 7.b7 Kc7) 2....Bc4 (bidak-maju terjauh harus dihentikan, jika 2....Ke5 maka 3.a6 Bc8 4.b5 Ke6 5.c6 dll atau 4....Kd5 5.a7 Bb7 6.c6 Ba8 7.c7) 3.c6 Ke5 4.c7 Ba6 5.b5 Kd6!! seri.

Bahkan meskipun Gajah berhasil dalam merintangi bidak-bidak itu, hasilnya akan bergantung pada penempatan kedua Raja.
Tarrasch, 1921
Diagram 39
Dengan bidak-bidak  yang sudah terhadang, kedua Raja sekarang memasuki pertempuran.
1.Kc3 Kf2 2.Kd4 Kf3! 3.Ke5 Kg4 4.Kf6 Kh5 (Hitam tampaknya aman, tetapi kekecewaan getir menantinya) 5.g8=Q! Bxg8 6.Kg7 Kg5 7.h3! Kh5 8.h4 dan Hitam kalah karena zugzwang.

Sumber:


-->

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...