Rabu, 12 September 2012

Keterampilan Menyerang: Menganalisis Posisi

Salah satu keterampilan yang digunakan selamanya, dalam setiap langkah, dalam setiap pertandingan adalah keterampilan menganalisis. Kita tidak akan berhasil tanpa kemampuan menganalisis dengan cara yang teratur. Kita harus mampu untuk mencapai hal ini secara teliti, jelas, singkat, dan cepat. Dalam hal ini termasuk membayangkan buah di atas papan, tanpa melangkahkannya dengan tepat waktu.

A. Candidate Move
Pemain awam umumnya melakukan langkah terlalu cepat dalam permainan, hal ini terjadi karena mereka cenderung untuk memainkan langkah yang pertama kali datang ke dalam pikiran. Para master catur tidak berpikir dengan cara ini. Para master selalu mencari lebih dari satu langkah tunggal. Bagaimana cara kita menentukan langkah terbaik kalau tanpa pertimbangan pilihan yang mungkin? Daftar pilihan langkah tersebut dikenal sebagai "candidate move".
Berdasarkan daftar candidate move selanjutnya para master memandang papan untuk menentukan ketersediaan kolom dan diagonal yang terbuka, pos-pos untuk Kuda, dan struktur bidak pada kedua belah pihak. Pencarian petak agar buah berfungsi paling efektif, diikuti dengan membuat rencana (untuk mengarahkan apa yang harus menyerang, dan bila diperlukan, bagaimana cara bertahan).
Dari daftar candidate move itu masing-masing langkah harus dianalisis untuk menentukan langkah terbaik.

B. Pencarian Langkah
Pencarian candidate move memerlukan ketekunan dan ketelitian. Salah satu kebiasaan buruk pemain awam adalah menghilangkan langkah penyerta (inklusi) yang mungkin karena (hanya) merasa bahwa yang tampak di permukaan akan membawa keburukan. 
Bila lawan baru saja membuat langkah, kita perlu bertanya kepada diri sendiri sebagai berikut:
   Apa yang telah lawan lakukan?
   Apakah dia mengancam sesuatu?
   Apa rencana yang akan dia lakukan?
   Apakah kita perlu bertahan?
   Apakah kita telah menyelesaikan pengembangan?

(1) Apa yang telah lawan lakukan?
Kita tidak bisa secara konsisten memenangi permainan dengan mengabaikan apa yang lawan lakukan. Kita harus dapat menentukan apa yang lawan lakukan dan mengapa? Hanya dengan melakukan hal ini untuk setiap langkah kita akan memiliki kesempatan yang layak untuk berhasil.

(2) Apakah dia mengancam sesuatu?
Apakah dia langsung menyerang salah satu buah kita? Apakah dia memaku salah satu buah kita? Dengan demikian pada langkah selanjutnya dia bisa menyerangnya lagi. Mungkin, dia membuat ancaman mat. Anda tidak dapat mempertahankan sesuatu yang tidak Anda lihat. Jadi, fokuskan untuk mencari tahu secara tepat apa ancaman tersebut.

(3) Apa rencana yang akan dia lakukan?
Apakah dia berencana untuk melangkah tempat lain? Mungkin ke petak di mana dia dapat menyerang dua buah kita pada saat yang sama. Cukup sering lawan berencana melakukan sesuatu yang begitu dia lakukan ancaman akan mengakibatkan keterlambatan bagi kita untuk membelanya. Kita harus lebih dulu menangkal langkah berikutnya dengan baik.

(4) Apakah kita perlu bertahan?
Langkah bertahan dilakukan hanya setelah kita memeriksa semua kemungkinan serangan kita. Jika lawan menyerang Kuda kita tetapi di sisi lain papan kita memiliki serangkaian skak yang mengarah ke skakmat, kita tidak perlu repot-repot bertahan, karena permainan akan berakhir sebelum dia mendapat kesempatan untuk menangkap Kuda kita.

(5) Apakah kita telah menyelesaikan pengembangan?
Selama tahap pembukaan dalam permainan, pengembangan buah harus menjadi prioritas utama.

C. Pencarian Urutan Langkah
Urutan seperti apa yang kita cari untuk melakukan langkah?

(1) Langkah skak
Mulailah dengan buah kita yang paling berharga dan lihatlah petak yang paling dekat dengan Raja lawan. Tak perlu dikatakan lagi jika Anda menemukan skakmat (skak ganda lebih pasti), maka pencarian selesai. Dengan demikian, katakan "Skaklah, mungkin mat!".

(2) Ancaman mat
Tidak sekuat skak yang mengarah ke mat, tetapi ada kesempatan lawan untuk membuat langkah tanpa pembelaan. Manfaatnya, barangkali, dia tidak melihat adanya ancaman itu atau yang lebih penting, dia harus melemahkan pengamanan Raja untuk membela diri terhadap ancaman.

(3) Menangkap perwira
Adakah perwira (Menteri, Benteng, Gajah, atau Kuda) yang dapat kita ditangkap? Tangkaplah perwira dalam urutan nilai terbesar hingga terkecil, baru kemudian menangkap bidak.

(4) Mengancam perwira
Dapatkah kita mengancam salah satu perwira? Kita tidak boleh menyerang perwira hanya demi menciptakan serangan semata. Menyerang buah untuk membuatnya pindah ke petak lain yang lebih baik baginya hanya membuang-buang waktu. Menyerang buah karena kita berharap dia tidak melihatnya, juga membuang-buang waktu.
Beberapa alasan yang baik untuk menyerang perwira adalah:
o  memaku perwira terhadap perwira yang bernilai lebih besar,
o  menangkap perwira yang dipaku dengan perwira yang bernilai lebih kecil atau 
     mendapatkan nilai yang lebih menguntungkan,
o  menyerang dua perwira pada saat yang sama dan lawan hanya dapat mempertahankan 
     salah satunya,
o  membuat buah lawan pindah ke petak yang lebih buruk,
o  membela buah yang dapat menciptakan kelemahan untuk penyerangan,
o  akan melakukan pertukaran dengan buah yang diserang.

Perhatikan ancaman bidak. 
Waspadalah terhadap ancaman bidak yang benar-benar tidak ingin kita tangkap. Misalnya, jika serangan dan penangkapan bidak membutuhkan dua atau lebih langkah, apakah itu harga yang layak?, apakah lawan dapat melakukan sesuatu yang lebih parah pada kita dalam dua langkah itu?, dll. Begitulah, kita perlu bertanya pada diri sendiri.

(5) Pertahanan
Kesalahan yang sangat umum adalah membuat serangan yang lemah dengan mengabaikan pertahanan. Sebagai contoh, lawan menyerang Kuda kita, lalu bukannya pembelaan, kita malah balas menyerang Kuda lawan. 
Ide baik yang mestinya terpikirkan adalah bahwa lawan akan mencari celah untuk penyerangan yang memastikan keuntungan materi, atau setidaknya impas.

(6) Mengembangkan buah
Carilah langkah yang akan meningkatkan nilai salah satu buah kita.

(7) Membatasi buah
Carilah langkah yang baik yang akan memaksa buah lawan menyurutkan langkahnya  atau mencegah pengembangan buah lawan yang melakukan gertakan terhadap suatu petak.

Menguasai keterampilan menganalisis membutuhkan sejumlah besar latihan dan kerja keras. Tetapi sekali kita dapat menghadirkan keterampilan itu, kita tidak akan menyesal atas jerih payah tersebut.

Sumber:


-->

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...