Sabtu, 15 September 2012

Prinsip Permainan Akhir #5


Prinsip 6: Miliki susunan bidak yang luwes (fleksibel) dan sehat. Hindari bidak yang bertumpuk, 
                terasing, dan terkepung.

Prinsip ini digambarkan dalam diagram di bawah ini. Putih memiliki susunan bidak yang luwes, sehat, berguna, sedangkan bidak Hitam bertumpuk, terasing, dan terkepung. Dua bidak Hitam pada sayap Menteri tertahan oleh satu bidak Putih;

sehingga Putih memiliki lebih banyak bidak yang jelas pada sisi lain papan dan akan mampu memaksakan bidak bebas. Selain itu, bidak Hitam yang lemah (bidak terasing di d5, bidak bertumpuk dan terasing di f7 dan f6) akan terus-menerus membutuhkan pertahanan dan dengan demikian akan mengurangi kesempatan Hitam untuk melakukan serangan balasan.


Prinsip 7: Bidak bebas harus dipromosikan.

Memiliki bebas jelas menguntungkan. Ini harus didorong sejauh mungkin (tanpa kehilangan, jelas!) karena dapat menjadi Menteri, mungkin dapat melumpuhkan perwira lawan dan dengan demikian memungkinkan terobosan menang pada sisi yang lain.
Hal ini digambarkan dengan baik dalam permainan akhir dari Fischer-Mednis, US Championship 1962/63. Setelah langkah ke-55 Putih, tercapai posisi sebagaimana ditampilkan dalam diagram.

Tujuan praktis Hitam adalah dua bidak terdepan: bidak bebas pada kolom a dan h. Strategi kemenaangan harus dilakukan sebanyak mungkin dengan keduanya. Oleh karena itu:


Selanjutnya permainan ditunda. Fischer memiliki langkah sampul 19.je7 tetapi menyerah tanpa melanjutkan permainan karena 19...Le8! memenangi perwira dengan paksa: 20.jxh4 (jika 20...Ke6+ menang) 20...Lh8 21.ng3 f4+.

Sumber:
 
-->

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...