Minggu, 16 September 2012

Prinsip Permainan Akhir #7


Prinsip 10: Dalam posisi terbuka, dua Gajah adalah pembunuh. Pada hampir semua 
                    posisi dua Gajah memberikan keuntungan yang nyata.

Posisi akhir dalam game Bellon-Mednis, Final, Siegen Olimpiade 1970, dengan jelas menggambarkan kekuatan Gajah sebagai pembunuh dalam posisi terbuka. Dari diagram dapat kita lihat bahwa materi setara, namun Putih yang giliran melangkah akhirnya menyerah!
Dia benar-benar tak berdaya melawan ... c4, ... Bxa3, dan seterusnya, dua Gajah mengendalikan papan.

Bahkan dalam banyak posisi semi-terbuka kekuatan laten dari dua Gajah cukup besar. Sebuah contoh utama dari praktik modern berikut ini berasal dari posisi dalam Pertahanan India Raja.

Posisi seperti ini "secara teoritis" imbang. Namun Gligoric, dengan buah Hitam, telah dua kali kalah dalam permainan akhir ini dan Uhlmann satu kali. Jadi jelas bahwa Hitam memiliki masalah praktis yang cukup besar untuk menahan imbang.


Prinsip 11: Dalam posisi terbuka atau semi-terbuka, Gajah biasanya mengungguli Kuda.

Apakah keuntungan tipis dari Gajah dibandingkan Kuda dalam posisi terbuka atau semi-terbuka cukup untuk menang, biasanya bergantung pada faktor-faktor lain dalam posisi: letak Raja, susunan bidak, dll. Hal ini juga berhubungan dengan keuntungan lainnya, seperti Raja yang lebih baik dan/atau potensi bidak bebas-luar, sehingga keuntungan dari Gajah atas Kuda menentukan. Salah satu contoh klasik adalah game Spassky-Fischer, Santa Monica 1966, setelah langkah ke-35 Putih.

Meskipun sedikit jumlah materi yang tersisa, Putih memiliki keuntungan penting yang berasal dari: (1) dalam posisi terbuka Gajah lebih unggul dibandingkan Kuda. Dalam posisi ini Gajah Putih yang berada di pusat menahan Kuda Hitam dan mengarahkan serangan terhadap bidak-g. (2) Putih akan memiliki Raja yang aktif (Raja Putih akan sampai ke petak f4 sedangkan Raja Hitam harus tetap di belakang untuk melindungi bidak-g). (3) Putih memiliki kesempatan untuk bidak bebas-luar di sayap Raja tersebut. Kemenangan itu bukan untuk tingkat dasar (elementer) tapi masih terselesaikan dengan baik oleh daya jangkau seorang Juara Dunia. Spassky menang sebagai berikut:



Namun, jika susunan bidak simetris dan tidak ada kelemahan mendasar dalam posisi, pihak yang memegang Gajah tidak memiliki peluang menang yang nyata. Dalam diagram berikut ini posisi yang lebih baik dari Raja Putih tidak berlaku. Posisi ini remis.

Sumber:
 
-->

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...