Rabu, 08 Mei 2013

101 Prinsip Dasar Bermain Catur #10


46. Biasanya dalam permainan akhir dengan bidak yang aktif, Gajah bernilai lebih dari Kuda

Dalam pertarungan Gajah melawan Kuda, warna Gajah harus dapat menjaga bidak yang aktif, sedangkan pada pihak lain Anda harus dapat melumpuhkan bidak aktif lawan, sebaiknya pada petak yang berwarna sama dengan petak yang ditempati oleh Gajah lawan.













47. Dua Gajah biasanya lebih kuat dari Gajah dan Kuda dan Dua Kuda

Gajah adalah perwira yang berjelajah panjang tetapi kelemahan utamanya adalah kemampuannya  yang hanya mengendalikan petak berwarna sama.
Oleh karena itu dua Gajah saling melengkapi dengan sempurna. Ketika terkoordinasi dengan baik, dua Gajah lebih unggul daripada Gajah dan Kuda karena kedua lawannya ini akan memakan waktu cukup lama untuk mencapai wilayah aktif yang disebabkan oleh keterbatasan mobilitas Kuda.
Keuntungan lain dari sepasang Gajah adalah kapan pun Anda dapat menukarkan salah satunya terhadap Kuda lawan, sedangkan akan cukup sulit bagi lawan untuk menukarkan Kudanya terhadap salah satu Gajah.







48. Cara melawan Gajah dan Kuda

Jika Anda memiliki sepasang Gajah untuk melawan Gajah dan Kuda, batasi jangkauan Gajah lawan dengan menempatkan bidak pada petak yang sewarna dengan petak Gajah lawan dan kurangi kekuatan Kuda lawan dengan mencegahnya terhadap pendudukan pos-pos luar dan petak pusat.













49. Cara melawan sepasang Gajah 

Jika lawan memiliki sepasang Gajah, batasi aktivitasnya dengan membentuk rantai bidak sebagai perintangnya dan taklukkan pos-pos luar untuk Kuda Anda.
















50. Tempatkan bidak Anda pada petak yang berbeda dari petak Gajah Anda

Jika Anda memiliki hanya satu Gajah, upayakan untuk menempatkan bidak Anda pada petak yang berlainan warna dengan petak Gajah.
Selain menyediakan diagonal yang jelas untuk operasi Gajah, hal ini juga memungkinkan bidak Anda dapat bekerja dalam harmoni yang sempurna dengan perwiranya, mengendalikan satu warna petak, sedangkan Gajah mengendalikan warna petak lainnya.











Bersambung ....
Adjie Gumarang Pujakelana, 2013


-->

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...