Rabu, 22 Mei 2013

Pola-pola Mat #3

1.4          Mat Arab
Mat Arab, oleh Benteng dan Kuda dengan Raja di sudut: bukan txc2 melainkan txh2 #

1.5         Mat baris belakang oleh Menteri sendirian
Mat baris belakang oleh Menteri sendirian dari berbagai arah, dengan we1 #.
Dari e8 atau h4 benar-benar mudah dikenali sedangkan dari a5 dan papan masih penuh dengan buah, tidak begitu mudah terlihat. Kejadiannya berlangsung dengan sedikit bidak, pada tempat yang tepat. Sangat halus. Petak serangan Menteri berjarak dua petak dari Raja, yang memiliki hambatan di atasnya (dan di sampingnya), biasanya bidak meskipun bisa juga Benteng atau apa pun yang menyumbatnya dalam melarikan diri.
Misalnya, Raja di h1 dan bidak di h2 maka petak mat untuk Menteri di f1.
Contoh lain: qf8 #
Mengetahui posisi akhir mat saja tidak cukup sebagai alasan tetapi pola-polanya harus segera dikenali. Tidak hanya pada papan kosong tetapi juga ketika dikelilingi oleh buah-buah lain dalam permainan (seperti tampak pada diagram di atas, permainan sesungguhnya) di mana banyak buah bertebaran mengalihkan perhatian terhadap mat dalam satu langkah. Dan Heisman mengajarkan: lebih dulu perhatikan semua skak, tangkapan, dan ancaman lawan.

Sumber:







Bersambung ....
Adjie Gumarang Pujakelana, 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...