Jumat, 10 Mei 2013

101 Prinsip Dasar Bermain Catur #18

86.       Setelah melakukan serangan, atur ulang perwira Anda
Biasanya setelah perwira melakukan serangan akan kehilangan keselarasannya. Oleh karena itu sebelum memulai serangan baru terhadap lawan, atur ulang kekuatan Anda dan lindungi titik lemah Anda secepat mungkin.











87.       Ketika Anda memiliki kelebihan bidak, dianjurkan untuk menukarkan perwira, 
   bukan bidak
Prinsipnya sangat sederhana: lebih sedikit perwira dalam permainan, lebih sedikit kerumitan dalam posisi, dan lebih mudah dalam menjajaki (eksplorasi) keuntungan materi.












88.     Arahkan Raja Anda ke pusat (sentralisasi) secepat mungkin dalam permainan akhir
Setelah sebagian besar perwira (terutama Menteri) dipertukarkan, Raja mengambil peran dominan dalam pertempuran dan menjadi buah yang agresif.
Karena Raja memiliki kekurangan dalam pergerakannya, dianjurkan untuk memusatkan Raja secepat mungkin agar dapat bergerak cepat menuju posisi yang sangat memerlukannya.









89.     Raja harus aktif dalam permain akhir
Dalam kebanyakan permainan akhir, Raja harus mengurangi kekhawatirannya tentang mat dan harus berperan dalam posisi yang lebih aktif, terutama mengejar dan menghadang bidak lawan.











90.     Desak lawan ke arah Zugzwang
Zugzwang adalah situasi di mana setiap langkah yang dibuat oleh pemain menghasilkan situasi yang bahkan lebih buruk daripada jika tidak ada langkah sama sekali yang dilakukan (lihat diagram).
Sumber daya ini terutama penting dalam permainan akhir Gajah melawan Kuda.
Karena Gajah memiliki kendali praktis atas petak-petak sewarna ketika melangkah pada diagonal, maka dia memiliki banyak keuntungan waktu daripada Kuda yang kehilangan kendali atas petak-petak yang dilalui oleh langkahnya.







Bersambung ....
Adjie Gumarang Pujakelana, 2013


-->

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...