Minggu, 05 Mei 2013

101 Prinsip Dasar Bermain Catur #5

21.       Hindari bidak susun
Bidak susun adalah dua bidak berwarna sama yang bersusun pada kolom yang sama.
Bidak susun kurang memiliki kesiapsiagaan untuk bergerak (mobilitas) daripada bidak yang normal dan lebih rentan terhadap serangan, terutama ketika terasing. Namun, tidak selalu berarti merugikan. Penguasaan terhadap lajur terbuka atau setengah terbuka yang berdekatan, atau bahkan kendali tambahan terhadap pusat, seringkali menjadi kompensasi yang memadai.






22.     Hindari bidak terasing
Bidak terasing adalah bidak yang tidak mempunyai teman pada lajur yang berdekatan. Oleh karena itu dia tidak dapat dibela oleh sesama bidak, sehingga ketika bidak itu diserang harus dilindungi oleh
perwira.
Kelemahan utama dari bidak terasing adalah petak yang berada persis di depannya menjadi lemah (membentuk lubang), karena tidak dapat dikendalikan oleh bidak lain dan mudah diduduki oleh perwira lawan.
Bidak terasing bahkan lebih rentan ketika berada dalam lajur setengah terbuka, karena akan menjadi sasaran empuk bagi Benteng lawan.



23.     Hindari bidak belakang
Bidak belakang adalah bidak yang lebih dekat ke posisi awalnya dibandingkan dengan kawan-kawan terdekatnya dan terhalang untuk maju karena petak di depannya berada di bawah kendali bidak lawan.
Bidak belakang biasanya mengganggu komunikasi antara para perwira yang bertahan (defensif) dan petak lemah (lubang) di depannya dapat dengan mudah ditempati oleh perwira lawan.








24.     Hindari membuat lubang (petak lemah)
Setiap kali Anda memajukan bidak, petak di sampingnya menjadi lubang.
Lubang adalah petak yang tidak dapat dilindungi oleh bidak.
Kerugian utamanya adalah petak itu mudah ditempati oleh perwira lawan, meningkatkan efektivitasnya, dan mereka tidak mudah diusir dari posisinya karena mereka terbebas dari serangan bidak.








25.     Hindari pulau bidak
Kelompok bidak yang terpisahkan dari yang lainnya oleh satu atau lebih lajur disebut pulau bidak.
Setiap pulau merupakan posisi dasar yang harus dilindungi para perwira. Oleh karena itu semakin banyak pulau yang dimiliki maka semakin sulit untuk membelanya. Dengan demikian perlu dipertimbangkan pengaruh terhadap susunan bidak setiap kali Anda mempertukarkan perwira.
Dalam permainan akhir, jumlah terkecil pulau dapat dianggap sebagai keuntungan yang signifikan.








Bersambung ....
Adjie Gumarang Pujakelana, 2013


-->

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...