Senin, 06 Mei 2013

101 Prinsip Dasar Bermain Catur #7

31.       Kuda adalah perwira terbaik untuk merintangi bidak bebas
Berkat kemampuannya untuk melompati semua buah, Kuda dianggap perwira terbaik untuk merintangi bidak bebas, karena jangkauan/jelajahnya tidak terganggu oleh bidak itu sendiri.
Gajah adalah perintang terbaik kedua, terutama jika diagonal yang berdekatan dengan bidak sudah terbuka.










32.     Bidak mayoritas yang jauh dari Raja lawan adalah keuntungan
Bidak mayoritas adalah banyak bidak yang dimiliki oleh seorang pemain pada satu sisi (sayap) melebihi banyak bidak lawannya. Sebagai contoh, 2 melawan 1, 3 melawan 2, dll.
Dalam banyak kasus, bidak mayoritas menghasilkan keuntungan ruang tetapi yang paling penting adalah bidak mayoritas selalu menghasilkan bidak bebas, jika bidak itu dimajukan dengan benar.








33.     Serangan minoritas
Ketika salah satu pihak memiliki bidak mayoritas di satu sisi maka pihak lawannya mungkin akan melakukan serangan minoritas.
Serangan ini dilakukan dengan cara memajukan bidak untuk memaksakan pertukaran agar lawannya bersisa satu bidak terasing atau bidak belakang.









34.     Hindari pertukaran yang tidak perlu
Sebagai aturan umum, Anda harus mempertukarkan perwira hanya:
o   ketika lawan memiliki inisiatif
o   ketika Anda berada dalam posisi terbatas
o   untuk melemahkan susunan (struktur) bidak lawan
o   ketika Anda memiliki keuntungan materi
o untuk menukarkan perwira pasif terhadap perwira aktif lawan
o untuk menyederhanakan posisi agar mencapai permainan akhir yang lebih menguntungkan
o   untuk melenyapkan pertahanan lawan yang penting




35.     Nilai perwira bervariasi sesuai dengan posisinya
Nilai perwira, umumnya, konsisten terhadap jumlah petak yang dikuasainya karena semakin banyak petak yang dikendalikan maka semakin mengancam lawan.
Posisi baik dari suatu perwira bernilai jauh lebih tinggi daripada perwira lawan yang setara yang menempati posisi buruk.
Secara umum, posisi baik dari suatu perwira memiliki kualitas sebagai berikut: terlindung (aman), memiliki mobilitas yang luas, tidak mudah diserang, bekerja sama dengan perwira lainnya, dan menyerang perwira atau bidak lawan.






Bersambung ....
Adjie Gumarang Pujakelana, 2013


-->

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...