Rabu, 22 Mei 2013

Pola-pola Mat #2

1.2           Mat opera
Posisi mat lain dengan Benteng dan Gajah. Mat Pillsbury di sebelah kanan. Mat opera di sebelah kiri (Morphy 1858), tidak harus berada di sudut, keempat buah dapat berpindah ke kanan, contoh itu sekaligus menunjukkan mat baris belakang.
Mat opera berasal dari game terkenal yang dimainkan pada tahun 1858 di sebuah gedung Opera di Paris antara master catur Amerika Paul Morphy dan dua amatir yang kuat, Yang Mulia Jerman Duke Karl dari Brunswick dan bangsawan Perancis Count Isouard.
Game tersebut sering digunakan oleh para pelatih untuk menunjukkan pentingnya segera melakukan pengembangan.
Pembukaan yang digunakan adalah ECO C41 Pertahanan Philidor.
Suatu mat biasa yang dilakukan oleh Benteng dengan dukungan Gajah, pada baris belakang. Bidak atau buah lawan membatasi Rajanya untuk melarikan diri. Morphy mengakhirinya dengan pengorbanan Menteri yang indah.
Game tersebut dapat dilihat disini.

1.3         Benteng dan Gajah
Bagaimana suatu posisi mat dapat dicapai, dalam posisi sedemikian rapat sebagai akibat dari rokade ke sayap Raja, tanpa bidak yang maju dan Gajah yang jauh?
1.rxg7+ h8 2.rxf7+ g8 3.rg7+ h8 4.g3 #
Tanpa langkah sela (intermediate move) menangkap bidak f7 tetapi hanya menarik kembali Benteng dengan 2.rg3+ maka akan dijawab dengan 2.... f6, di mana bidak Hitam itu dilindungi oleh Benteng di f8, dan berakhirlah cerita.


Sumber:







Bersambung ....
Adjie Gumarang Pujakelana, 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...